Faidah dzikir pagi dan petang
Syariat Dzikir Pagi dan Sore
Perlu diketahui bahwa di antara dzikir dan doa yang disyariatkan bagi seorang muslim dalam sehari semalam adalah dzikir pagi dan sore, bahkan dzikir jenis ini merupakan dzikir yang terikat dengan waktu yang paling banyak disebutkan dalam dalil-dalil, baik konteks dalil tersebut adalah mendorong seorang muslim mengucapkannya maupun konteksnya menyebutkan macam-macam dzikir yang diucapkan pada dua waktu yang utama ini (pagi dan sore).
Allah Ta’ala berfirman,
ŁَŲ³َŲØِّŲُŁŁُ ŲØُŁْŲ±َŲ©ً ŁَŲ£َŲµِŁŁًŲ§
“Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan sore.”
ŁُŁَ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁُŲµَŁِّŁ Ų¹َŁَŁْŁُŁ ْ ŁَŁ َŁَŲ§Ų¦ِŁَŲŖُŁُ ŁِŁُŲ®ْŲ±ِŲ¬َŁُŁ ْ Ł ِŁَ Ų§ŁŲøُّŁُŁ َŲ§ŲŖِ Ų„ِŁَŁ Ų§ŁŁُّŁŲ±ِ ۚ ŁَŁَŲ§Łَ ŲØِŲ§ŁْŁ ُŲ¤ْŁ ِŁِŁŁَ Ų±َŲِŁŁ ًŲ§
“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS. Al-Ahzab: 42-43). Makna Al-Ashiil dalam ayat yang agung ini adalah waktu antara ashar sampai sebelum tenggelamnya matahari.
ŁَŲ§ŲµْŲØِŲ±ْ Ų„ِŁَّ ŁَŲ¹ْŲÆَ Ų§ŁŁَّŁِ ŲَŁٌّ ŁَŲ§Ų³ْŲŖَŲŗْŁِŲ±ْ ŁِŲ°َŁْŲØِŁَ ŁَŲ³َŲØِّŲْ ŲØِŲَŁ ْŲÆِ Ų±َŲØِّŁَ ŲØِŲ§ŁْŲ¹َŲ“ِŁِّ ŁَŲ§ŁْŲ„ِŲØْŁَŲ§Ų±ِ
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu sore dan pagi” (QS. Ghafir: 55).
Makna Al-Ibkaar dalam ayat yang agung ini adalah awal hari (pagi), sedangkan makna Al-‘Asiyiyy adalah akhir hari (sore).
ŁَŲ§ŲµْŲØِŲ±ْ Ų¹َŁَŁٰ Ł َŲ§ ŁَŁُŁŁُŁŁَ ŁَŲ³َŲØِّŲْ ŲØِŲَŁ ْŲÆِ Ų±َŲØِّŁَ ŁَŲØْŁَ Ų·ُŁُŁŲ¹ِ Ų§ŁŲ“َّŁ ْŲ³ِ ŁَŁَŲØْŁَ Ų§ŁْŲŗُŲ±ُŁŲØِ
“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)” (QS. Qaf: 39).
ŁَŲ³ُŲØْŲَŲ§Łَ Ų§ŁŁَّŁِ ŲِŁŁَ ŲŖُŁ ْŲ³ُŁŁَ ŁَŲِŁŁَ ŲŖُŲµْŲØِŲُŁŁَ
“Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di sore hari dan waktu kamu berada di waktu pagi hari” (QS. Ar-Rum:17).
Waktu Dzikir Pagi dan Sore
Kapankah dzikir pagi dan sore dilaksanakan? Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ŁَŲ£َŁْ Ų£َŁْŲ¹ُŲÆَ Ł َŲ¹َ ŁَŁْŁ ٍ ŁَŲ°ْŁُŲ±ُŁŁَ Ų§ŁŁَّŁَ ŲŖَŲ¹َŲ§ŁَŁ Ł ِŁْ ŲµَŁَŲ§Ų©ِ Ų§ŁْŲŗَŲÆَŲ§Ų©ِ، ŲَŲŖَّŁ ŲŖَŲ·ْŁُŲ¹َ Ų§ŁŲ“َّŁ ْŲ³ُ : Ų£َŲَŲØُّ Ų„ِŁَŁَّ Ł ِŁْ Ų£َŁْ Ų£َŲ¹ْŲŖِŁَ Ų£َŲ±ْŲØَŲ¹َŲ©ً Ł ِŁْ ŁَŁَŲÆِ Ų„ِŲ³ْŁ َŲ§Ų¹ِŁŁَ ، ŁَŁَŲ£َŁْ Ų£َŁْŲ¹ُŲÆَ Ł َŲ¹َ ŁَŁْŁ ٍ ŁَŲ°ْŁُŲ±ُŁŁَ Ų§ŁŁَّŁَ Ł ِŁْ ŲµَŁَŲ§Ų©ِ Ų§ŁْŲ¹َŲµْŲ±ِ Ų„ِŁَŁ Ų£َŁْ ŲŖَŲŗْŲ±ُŲØَ Ų§ŁŲ“َّŁ ْŲ³ُ : Ų£َŲَŲØُّ Ų„ِŁَŁَّ Ł َŁْ Ų£َŁْ Ų£َŲ¹ْŲŖِŁَ Ų£َŲ±ْŲØَŲ¹َŲ©ً
“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala mulai dari (waktu) sholat shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah mulai dari (waktu) sholat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak” (HR. Abu Dawud: 3667, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).
Dari hadits yang agung di atas menunjukkan keutamaan orang yang duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala dari shalat shubuh hingga terbit matahari lebih dicintai oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il alaihis salam, demikian pula disebutkan keutamaan orang yang duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala dari shalat Ashar sampai terbenam matahari.
Dalam hadits di atas, nampak petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terkait dengan waktu dzikir pagi dan sore, yaitu pagi hari dimulai dari shalat shubuh hingga terbit matahari, sedangkan sore hari dimulai dari shalat Ashar sampai terbenam matahari.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
Ų§ŁŁŲµŁ Ų§ŁŲ£ŁŁ ŁŁ Ų°ŁŲ± Ų·Ų±ŁŁ Ų§ŁŁŁŲ§Ų±
ŁŁŁ Ų§ Ł Ų§ ŲØŁŁ Ų§ŁŲµŲØŲ ŁŲ·ŁŁŲ¹ Ų§ŁŲ“Ł Ų³، ŁŁ Ų§ ŲØŁŁ Ų§ŁŲ¹ŲµŲ± ŁŲ§ŁŲŗŲ±ŁŲØ….. ŁŁŲ§Ł ŲŖŲ¹Ų§ŁŁ: {ŁŲ³ŲØŲ ŲØŲŁ ŲÆ Ų±ŲØŁ ŁŲØŁ Ų·ŁŁŲ¹ Ų§ŁŲ“Ł Ų³ ŁŁŲØŁ Ų§ŁŲŗŲ±ŁŲØ} ŁŁŲ°Ų§ ŲŖŁŲ³ŁŲ± Ł Ų§ Ų¬Ų§Ų” ŁŁ Ų§ŁŲ£ŲŲ§ŲÆŁŲ«: Ł Ł ŁŲ§Ł ŁŲ°Ų§ ŁŁŲ°Ų§ ŲŁŁ ŁŲµŲØŲ ŁŲŁŁ ŁŁ Ų³Ł، Ų£Ł Ų§ŁŁ Ų±Ų§ŲÆ ŲØŁ ŁŲØŁ Ų·ŁŁŲ¹ Ų§ŁŲ“Ł Ų³ ŁŁŲØŁ ŲŗŲ±ŁŲØŁŲ§، ŁŲ£Ł Ł ŲŁ ŁŲ°Ł Ų§ŁŲ£Ų°ŁŲ§Ų± ŲØŲ¹ŲÆ Ų§ŁŲµŲØŲ ŁŲØŲ¹ŲÆ Ų§ŁŲ¹ŲµŲ±.
Pasal Pertama: Penjelasan tentang dzikir dua penghujung hari.
Rentang kedua waktu tersebut adalah antara (masuk waktu) shubuh dan terbitnya matahari, serta antara (masuk waktu) ashar dan terbenamnya matahari….
Allah Ta’ala berfirman,
ŁَŲ³َŲØِّŲْ ŲØِŲَŁ ْŲÆِ Ų±َŲØِّŁَ ŁَŲØْŁَ Ų·ُŁُŁŲ¹ِ Ų§ŁŲ“َّŁ ْŲ³ِ ŁَŁَŲØْŁَ Ų§ŁْŲŗُŲ±ُŁŲØِ
“Bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)” (QS. Qaf: 39), dan ini merupakan penafsiran dari apa yang disebutkan dalam beberapa hadits bahwasanya “barangsiapa yang mengucapkan begini dan begitu pada pagi dan sore hari…” maksudnya adalah sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan waktu (mulai)nya adalah setelah (masuk waktu) shubuh dan setelah (masuk waktu) ashar” (Al-Wabilush Shayyib, 1/93, Syamilah).
Apakah Dzikir Pagi dan Sore Boleh Diucapkan antara Adzan dan Iqamah Shalat Shubuh?
Syaikh Bin Baz rahimahullah dalam website resmi beliau pernah ditanya,
ŁŁ Ų§ŁŲ£Ų°ŁŲ§Ų± Ų§ŁŁŲ§Ų±ŲÆŲ© ŁŁ Ų§ŁŲŲÆŁŲ« -Ų£Ų¹ŁŁ Ų£Ų°ŁŲ§Ų± Ų§ŁŲµŲØŲ§Ų ŁŲ§ŁŁ Ų³Ų§Ų”- ŁŁ ŁŁ ŁŲØŁ Ų§ŁŲµŁŲ§Ų© أ٠بعدŁŲ§؟
“Apakah dzikir yang ada dalam hadits -yaitu: dzikir pagi dan sore- apakah dzikir tersebut (diucapkan) sebelum shalat atau sesudahnya?”
Ų§ŁŲ£Ł Ų± Ł ŁŲ³Ų¹ ŁŲØŁ Ų§ŁŲµŁŲ§Ų© ŁŲØŲ¹ŲÆŁŲ§……ŁŲ£Ų°ŁŲ§Ų± Ų§ŁŲµŲØŲ§Ų ŲŖŁŁŁ ŁŁ Ų£ŁŁ Ų§ŁŁŁŲ§Ų± ŁŲØŁ Ų§ŁŲµŲØŲ أ٠بعد ŲµŁŲ§Ų© Ų§ŁŲµŲØŲ
“Perkara ini luas, (mencakup) sebelum shalat maupun sesudahnya…..dan dzikir pagi bisa (diucapkan) di awal hari sebelum (shalat) shubuh atau setelah shalat shubuh”.
ŁŲ£Ų°ŁŲ§Ų± Ų§ŁŲµŲØŲ§Ų ŁŲØŲÆŲ£ ŁŁŲŖŁŲ§ Ų§ŁŲ“رع٠ŲŲ³ŲØ Ł Ų§ ŁŲøŁŲ± Ł Ł ŲŖŲŁŁ Ų·ŁŁŲ¹ Ų§ŁŁŲ¬Ų±….ŁŁŲ§ Ł Ų§ ŁŲ¹ ٠٠أ٠تŁŲ§Ł Ų§ŁŲ£Ų°ŁŲ§Ų± Ų§ŁŁ Ų°ŁŁŲ±Ų© ŲØŁŁ Ų§ŁŲ£Ų°Ų§Ł ŁŲ§ŁŲ„ŁŲ§Ł Ų© Ł Ų¹ ŲŖŲŁŁ ŲÆŲ®ŁŁ ŁŁŲŖ Ų§ŁŲµŲØŲ
“Yang nampak (dari dalilnya), waktu dzikir pagi yang disyariatkan adalah dimulai dari terbitnya fajar …., maka tidak mengapa dzikir tersebut diucapkan antara adzan dan iqomah, asalkan benar-benar dipastikan telah masuk waktu shubuh.”[1]
Apakah Harus Urut dalam Mengucapkan Dzikir Pagi dan Sore?
seorang muslim boleh mengucapkan dzikir pagi dan sore ini dengan cara tidak urut atau disela dengan aktifitas yang bermanfaat lainnya, karena tidak ada dalil yang menunjukkan harus urut dalam mengucapkannya.
Maksudnya seorang muslim boleh dalam mengucapkan dzikir-dzikir pagi dan sore lalu berhenti pada satu lafal -setelah lafal tersebut sempurna diucapkan, lalu ia selingi dengan melakukan aktifitas yang bermanfaat lainnya, misal memasak, bersiap-siap untuk berangkat mencari nafkah, dan selainnya, kemudian ia lanjutkan lagi melengkapi dzikirnya yang terhenti tadi.
Dzikir yang Dibaca di Waktu Pagi
(Antara Shubuh hingga siang hari ketika matahari akan bergeser ke barat)
Ų£َŲ¹ُŁŲ°ُ ŲØِŲ§ŁŁَّŁِ Ł ِŁَ Ų§ŁŲ“َّŁْŲ·َŲ§Łِ Ų§ŁŲ±َّŲ¬ِŁŁ ِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
[1]
Membaca ayat Kursi
Ų§ŁŁَّŁُ ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁَ Ų„ِŁŲ§َّ ŁُŁَ Ų§ŁْŲَŁُّ Ų§ŁْŁَŁُّŁŁ ُ، ŁŲ§َ ŲŖَŲ£ْŲ®ُŲ°ُŁُ Ų³ِŁَŲ©ٌ ŁَŁŲ§َ ŁَŁْŁ ٌ، ŁَŁُ Ł َŲ§ ŁِŁ Ų§ŁŲ³َّŁ َŲ§ŁَŲ§ŲŖِ ŁَŁ َŲ§ ŁِŁ Ų§ŁْŲ£َŲ±ْŲ¶ِ، Ł َŁْ Ų°َŲ§ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁَŲ“ْŁَŲ¹ُ Ų¹ِŁْŲÆَŁُ Ų„ِŁŲ§َّ ŲØِŲ„ِŲ°ْŁِŁِ، ŁَŲ¹ْŁَŁ ُ Ł َŲ§ ŲØَŁْŁَ Ų£َŁْŲÆِŁŁِŁ ْ ŁَŁ َŲ§ Ų®َŁْŁَŁُŁ ْ، ŁَŁَŲ§ ŁُŲِŁŲ·ُŁŁَ ŲØِŲ“َŁْŲ”ٍ Ł ِŁْ Ų¹ِŁْŁ ِŁِ Ų„ِŁŲ§َّ ŲØِŁ َŲ§ Ų“َŲ§Ų”َ، ŁَŲ³ِŲ¹َ ŁُŲ±ْŲ³ِŁُّŁُ Ų§ŁŲ³َّŁ َŲ§ŁَŲ§ŲŖِ ŁَŲ§ŁْŲ£َŲ±ْŲ¶َ، ŁَŁَŲ§ ŁَŲ¦ُŁŲÆُŁُ ŲِŁْŲøُŁُŁ َŲ§، ŁَŁُŁَ Ų§ŁْŲ¹َŁِŁُّ Ų§ŁْŲ¹َŲøِŁŁ ُ
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Faedah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.[1]
[2]
Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas
ŲØِŲ³ْŁ ِ Ų§ŁŁَّŁِ Ų§ŁŲ±َّŲْŁ َŁِ Ų§ŁŲ±َّŲِŁŁ ِ
ŁُŁْ ŁُŁَ Ų§ŁŁَّŁُ Ų£َŲَŲÆٌ Ų§ŁŁَّŁُ Ų§ŁŲµَّŁ َŲÆُ ŁَŁ ْ ŁَŁِŲÆْ ŁَŁَŁ ْ ŁُŁŁَŲÆْ ŁَŁَŁ ْ ŁَŁُŁ ŁَّŁُ ŁُŁُŁًŲ§ Ų£َŲَŲÆٌ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
ŲØِŲ³ْŁ ِ Ų§ŁŁَّŁِ Ų§ŁŲ±َّŲْŁ َŁِ Ų§ŁŲ±َّŲِŁŁ ِ
ŁُŁْ Ų£َŲ¹ُŁŲ°ُ ŲØِŲ±َŲØِّ Ų§ŁْŁَŁَŁِ Ł ِŁ Ų“َŲ±ِّ Ł َŲ§ Ų®َŁَŁَ ŁَŁ ِŁ Ų“َŲ±ِّ ŲŗَŲ§Ų³ِŁٍ Ų„ِŲ°َŲ§ ŁَŁَŲØَ ŁَŁ ِŁ Ų“َŲ±ِّ Ų§ŁŁَّŁَّŲ§Ų«َŲ§ŲŖِ ŁِŁ Ų§ŁْŲ¹ُŁَŲÆِ ŁَŁ ِŁ Ų“َŲ±ِّ ŲَŲ§Ų³ِŲÆٍ Ų„ِŲ°َŲ§ ŲَŲ³َŲÆَ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
ŲØِŲ³ْŁ ِ Ų§ŁŁَّŁِ Ų§ŁŲ±َّŲْŁ َŁِ Ų§ŁŲ±َّŲِŁŁ ِ
ŁُŁْ Ų£َŲ¹ُŁŲ°ُ ŲØِŲ±َŲØِّ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ Ł َŁِŁِ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ Ų„ِŁَŁِ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ Ł ِŁ Ų“َŲ±ِّ Ų§ŁْŁَŲ³ْŁَŲ§Ų³ِ Ų§ŁْŲ®َŁَّŲ§Ų³ِ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁُŁَŲ³ْŁِŲ³ُ ŁِŁ ŲµُŲÆُŁŲ±ِ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ Ł ِŁَ Ų§ŁْŲ¬ِŁَّŲ©ِ Łَ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
Faedah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.[2]
[3]
Ų£َŲµْŲØَŲْŁَŲ§ ŁَŲ£َŲµْŲØَŲَ Ų§ŁْŁ ُŁْŁُ ŁِŁَّŁِ، ŁَŲ§ŁْŲَŁ ْŲÆُ ŁِŁَّŁِ، ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų§ŁŁŁُ ŁَŲْŲÆَŁُ ŁŲ§َ Ų“َŲ±ِŁْŁَ ŁَŁُ، ŁَŁُ Ų§ŁْŁ ُŁْŁُ ŁَŁَŁُ Ų§ŁْŲَŁ ْŲÆُ ŁَŁُŁَ Ų¹َŁَŁ ŁُŁِّ Ų“َŁْŲ”ٍ ŁَŲÆِŁْŲ±ُ. Ų±َŲØِّ Ų£َŲ³ْŲ£َŁُŁَ Ų®َŁْŲ±َ Ł َŲ§ ŁِŁْ ŁَŲ°َŲ§ Ų§ŁْŁَŁْŁ ِ ŁَŲ®َŁْŲ±َ Ł َŲ§ ŲØَŲ¹ْŲÆَŁُ، ŁَŲ£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŁَ Ł ِŁْ Ų“َŲ±ِّ Ł َŲ§ ŁِŁْ ŁَŲ°َŲ§ Ų§ŁْŁَŁْŁ ِ ŁَŲ“َŲ±ِّ Ł َŲ§ ŲØَŲ¹ْŲÆَŁُ، Ų±َŲØِّ Ų£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŁَ Ł ِŁَ Ų§ŁْŁَŲ³َŁِ ŁَŲ³ُŁْŲ”ِ Ų§ŁْŁِŲØَŲ±ِ، Ų±َŲØِّ Ų£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŁَ Ł ِŁْ Ų¹َŲ°َŲ§ŲØٍ ŁِŁ Ų§ŁŁَّŲ§Ų±ِ ŁَŲ¹َŲ°َŲ§ŲØٍ ŁِŁ Ų§ŁْŁَŲØْŲ±ِ
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
Artinya:
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.[3]
[4]
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ ŲØِŁَ Ų£َŲµْŲØَŲْŁَŲ§، ŁَŲØِŁَ Ų£َŁ ْŲ³َŁْŁَŲ§، ŁَŲØِŁَ ŁَŲْŁَŲ§، ŁَŲØِŁَ ŁَŁ ُŁْŲŖُ ŁَŲ„ِŁَŁْŁَ Ų§ŁŁُّŲ“ُŁْŲ±ُ
Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)[4]
[5]
Membaca Sayyidul Istighfar
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų£َŁْŲŖَ Ų±َŲØِّŁْ ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų£َŁْŲŖَ، Ų®َŁَŁْŲŖَŁِŁْ ŁَŲ£َŁَŲ§ Ų¹َŲØْŲÆُŁَ، ŁَŲ£َŁَŲ§ Ų¹َŁَŁ Ų¹َŁْŲÆِŁَ ŁَŁَŲ¹ْŲÆِŁَ Ł َŲ§ Ų§Ų³ْŲŖَŲ·َŲ¹ْŲŖُ، Ų£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŁَ Ł ِŁْ Ų“َŲ±ِّ Ł َŲ§ ŲµَŁَŲ¹ْŲŖُ، Ų£َŲØُŁْŲ”ُ ŁَŁَ ŲØِŁِŲ¹ْŁ َŲŖِŁَ Ų¹َŁَŁَّ، ŁَŲ£َŲØُŁْŲ”ُ ŲØِŲ°َŁْŲØِŁْ ŁَŲ§ŲŗْŁِŲ±ْ ŁِŁْ ŁَŲ„ِŁَّŁُ ŁŲ§َ ŁَŲŗْŁِŲ±ُ Ų§ŁŲ°ُّŁُŁْŲØَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų£َŁْŲŖَ.
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.[5]
[6]
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų„ِŁِّŁْ Ų£َŲµْŲØَŲْŲŖُ Ų£ُŲ“ْŁِŲÆُŁَ ŁَŲ£ُŲ“ْŁِŲÆُ ŲَŁ َŁَŲ©َ Ų¹َŲ±ْŲ“ِŁَ، ŁَŁ َŁŲ§َŲ¦ِŁَŲŖَŁَ ŁَŲ¬َŁ ِŁْŲ¹َ Ų®َŁْŁِŁَ، Ų£َŁَّŁَ Ų£َŁْŲŖَ Ų§ŁŁŁُ ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų£َŁْŲŖَ ŁَŲْŲÆَŁَ ŁŲ§َ Ų“َŲ±ِŁْŁَ ŁَŁَ، ŁَŲ£َŁَّ Ł ُŲَŁ َّŲÆًŲ§ Ų¹َŲØْŲÆُŁَ ŁَŲ±َŲ³ُŁْŁُŁَ
Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.[6]
[7]
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų„ِŁِّŁْ Ų£َŲ³ْŲ£َŁُŁَ Ų§ŁْŲ¹َŁْŁَ ŁَŲ§ŁْŲ¹َŲ§ŁِŁَŲ©َ ŁِŁ Ų§ŁŲÆُّŁْŁَŲ§ ŁَŲ§ْŁŲ¢Ų®ِŲ±َŲ©ِ، Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų„ِŁِّŁْ Ų£َŲ³ْŲ£َŁُŁَ Ų§ŁْŲ¹َŁْŁَ ŁَŲ§ŁْŲ¹َŲ§ŁِŁَŲ©َ ŁِŁ ŲÆِŁْŁِŁْ ŁَŲÆُŁْŁَŲ§Łَ ŁَŲ£َŁْŁِŁْ ŁَŁ َŲ§ŁِŁْ Ų§ŁŁَّŁُŁ َّ Ų§Ų³ْŲŖُŲ±ْ Ų¹َŁْŲ±َŲ§ŲŖِŁ Łَآ٠ِŁْ Ų±َŁْŲ¹َŲ§ŲŖِŁ. Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų§ŲْŁَŲøْŁِŁْ Ł ِŁْ ŲØَŁْŁِ ŁَŲÆَŁَّ، ŁَŁ ِŁْ Ų®َŁْŁِŁْ، ŁَŲ¹َŁْ ŁَŁ ِŁْŁِŁْ ŁَŲ¹َŁْ Ų“ِŁ َŲ§ŁِŁْ، ŁَŁ ِŁْ ŁَŁْŁِŁْ، ŁَŲ£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŲ¹َŲøَŁ َŲŖِŁَ Ų£َŁْ Ų£ُŲŗْŲŖَŲ§Łَ Ł ِŁْ ŲŖَŲْŲŖِŁْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.[7]
[8]
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų¹َŲ§ŁِŁ َ Ų§ŁْŲŗَŁْŲØِ ŁَŲ§ŁŲ“َّŁَŲ§ŲÆَŲ©ِ ŁَŲ§Ų·ِŲ±َ Ų§ŁŲ³َّŁ َŲ§ŁَŲ§ŲŖِ ŁَŲ§ْŁŲ£َŲ±ْŲ¶ِ، Ų±َŲØَّ ŁُŁِّ Ų“َŁْŲ”ٍ ŁَŁ َŁِŁْŁَŁُ، Ų£َŲ“ْŁَŲÆُ Ų£َŁْ ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų£َŁْŲŖَ، Ų£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŁَ Ł ِŁْ Ų“َŲ±ِّ ŁَŁْŲ³ِŁْ، ŁَŁ ِŁْ Ų“َŲ±ِّ Ų§ŁŲ“َّŁْŲ·َŲ§Łِ ŁَŲ“ِŲ±ْŁِŁِ، ŁَŲ£َŁْ Ų£َŁْŲŖَŲ±ِŁَ Ų¹َŁَŁ ŁَŁْŲ³ِŁْ Ų³ُŁْŲ”ًŲ§ Ų£َŁْ Ų£َŲ¬ُŲ±َّŁُ Ų„ِŁَŁ Ł ُŲ³ْŁِŁ ٍ
Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.
Artinya:
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur.[8]
[9]
ŲØِŲ³ْŁ ِ Ų§ŁŁَّŁِ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁŲ§َ ŁَŲ¶ُŲ±ُّ Ł َŲ¹َ Ų§Ų³ْŁ ِŁِ Ų“َŁْŲ”ٌ ŁِŁ Ų§ŁŲ£َŲ±ْŲ¶ِ ŁَŁŲ§َ ŁِŁ Ų§ŁŲ³َّŁ َŲ§Ų”ِ ŁَŁُŁَ Ų§ŁŲ³َّŁ ِŁŲ¹ُ Ų§ŁْŲ¹َŁِŁŁ ُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya.[9]
[10]
Ų±َŲ¶ِŁْŲŖُ ŲØِŲ§ŁŁŁِ Ų±َŲØًّŲ§، ŁَŲØِŲ§ْŁŲ„ِŲ³ْŁŲ§َŁ ِ ŲÆِŁْŁًŲ§، ŁَŲØِŁ ُŲَŁ َّŲÆٍ ŲµَŁَّŁ Ų§ŁŁŁُ Ų¹َŁَŁْŁِ ŁَŲ³َŁَّŁ َ ŁَŲØِŁًّŲ§
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
Artinya:
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah. [10]
[11]
ŁَŲ§ ŲَŁُّ ŁَŲ§ ŁَŁُّŁْŁ ُ ŲØِŲ±َŲْŁ َŲŖِŁَ Ų£َŲ³ْŲŖَŲŗِŁْŲ«ُ، ŁَŲ£َŲµْŁِŲْ ŁِŁْ Ų“َŲ£ْŁِŁْ ŁُŁَّŁُ ŁَŁŲ§َ ŲŖَŁِŁْŁِŁْ Ų„ِŁَŁ ŁَŁْŲ³ِŁْ Ų·َŲ±ْŁَŲ©َ Ų¹َŁْŁٍ Ų£َŲØَŲÆًŲ§
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.
Artinya:
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang. [11]
[12]
Ų£َŲµْŲØَŲْŁَŲ§ Ų¹َŁَŁ ŁِŲ·ْŲ±َŲ©ِ Ų§ْŁŲ„ِŲ³ْŁŲ§َŁ ِ ŁَŲ¹َŁَŁ ŁَŁِŁ َŲ©ِ Ų§ْŁŲ„ِŲ®ْŁŲ§َŲµِ، ŁَŲ¹َŁَŁ ŲÆِŁْŁِ ŁَŲØِŁِّŁَŲ§ Ł ُŲَŁ َّŲÆٍ ŲµَŁَّŁ Ų§ŁŁŁُ Ų¹َŁَŁْŁِ ŁَŲ³َŁَّŁ َ، ŁَŲ¹َŁَŁ Ł ِŁَّŲ©ِ Ų£َŲØِŁْŁَŲ§ Ų„ِŲØْŲ±َŲ§ŁِŁْŁ َ، ŲَŁِŁْŁًŲ§ Ł ُŲ³ْŁِŁ ًŲ§ ŁَŁ َŲ§ ŁَŲ§Łَ Ł ِŁَ Ų§ŁْŁ ُŲ“ْŲ±ِŁِŁْŁَ
Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin
Artinya:
“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja)[12]
[13]
Ų³ُŲØْŲَŲ§Łَ Ų§ŁŁŁِ ŁَŲØِŲَŁ ْŲÆِŁِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya:
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.[13]
[14]
ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų§ŁŁŁُ ŁَŲْŲÆَŁُ ŁŲ§َ Ų“َŲ±ِŁْŁَ ŁَŁُ، ŁَŁُ Ų§ŁْŁ ُŁْŁُ ŁَŁَŁُ Ų§ŁْŲَŁ ْŲÆُ ŁَŁُŁَ Ų¹َŁَŁ ŁُŁِّ Ų“َŁْŲ”ٍ ŁَŲÆِŁْŲ±ُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 1o x)
Faedah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula.[14]
[15]
ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų§ŁŁŁُ ŁَŲْŲÆَŁُ ŁŲ§َ Ų“َŲ±ِŁْŁَ ŁَŁُ، ŁَŁُ Ų§ŁْŁ ُŁْŁُ ŁَŁَŁُ Ų§ŁْŲَŁ ْŲÆُ ŁَŁُŁَ Ų¹َŁَŁ ŁُŁِّ Ų“َŁْŲ”ٍ ŁَŲÆِŁْŲ±ُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 100 x dalam sehari)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu.[15]
[16]
Ų³ُŲØْŲَŲ§Łَ Ų§ŁŁŁِ ŁَŲØِŲَŁ ْŲÆِŁِ: Ų¹َŲÆَŲÆَ Ų®َŁْŁِŁِ، ŁَŲ±ِŲ¶َŲ§ ŁَŁْŲ³ِŁِ، ŁَŲ²ِŁَŲ©َ Ų¹َŲ±ْŲ“ِŁِ ŁَŁ ِŲÆَŲ§ŲÆَ ŁَŁِŁ َŲ§ŲŖِŁِ
Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
Artinya:
“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3 x di waktu pagi saja)
Faedah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas Shubuh sampai waktu Dhuha. [16]
[17]
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų„ِŁِّŁْ Ų£َŲ³ْŲ£َŁُŁَ Ų¹ِŁْŁ ًŲ§ ŁَŲ§ŁِŲ¹ًŲ§، ŁَŲ±ِŲ²ْŁًŲ§ Ų·َŁِّŲØًŲ§، ŁَŲ¹َŁ َŁŲ§ً Ł ُŲŖَŁَŲØَّŁŲ§ً
Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
Artinya:
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1 x setelah salam dari shalat Shubuh)[17]
[18]
Ų£َŲ³ْŲŖَŲŗْŁِŲ±ُ Ų§ŁŁŁَ ŁَŲ£َŲŖُŁْŲØُ Ų„ِŁَŁْŁِ
Astagh-firullah wa atuubu ilaih.
Artinya:
Aku memohon ampunan kepada allah dan bertaubat kepada nya .”
[dibaca setiap hari 100X, dan boleh juga dibaca ada waktu pagi atau sore hari.
Dzikir yang Dibaca di Waktu Petang
(Dari tenggelam matahari atau waktu Maghrib hingga pertengahan malam)
Ų£َŲ¹ُŁŲ°ُ ŲØِŲ§ŁŁَّŁِ Ł ِŁَ Ų§ŁŲ“َّŁْŲ·َŲ§Łِ Ų§ŁŲ±َّŲ¬ِŁŁ ِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
[1]
Membaca ayat Kursi
Ų§ŁŁَّŁُ ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁَ Ų„ِŁŲ§َّ ŁُŁَ Ų§ŁْŲَŁُّ Ų§ŁْŁَŁُّŁŁ ُ، ŁŲ§َ ŲŖَŲ£ْŲ®ُŲ°ُŁُ Ų³ِŁَŲ©ٌ ŁَŁŲ§َ ŁَŁْŁ ٌ، ŁَŁُ Ł َŲ§ ŁِŁ Ų§ŁŲ³َّŁ َŲ§ŁَŲ§ŲŖِ ŁَŁ َŲ§ ŁِŁ Ų§ŁْŲ£َŲ±ْŲ¶ِ، Ł َŁْ Ų°َŲ§ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁَŲ“ْŁَŲ¹ُ Ų¹ِŁْŲÆَŁُ Ų„ِŁŲ§َّ ŲØِŲ„ِŲ°ْŁِŁِ، ŁَŲ¹ْŁَŁ ُ Ł َŲ§ ŲØَŁْŁَ Ų£َŁْŲÆِŁŁِŁ ْ ŁَŁ َŲ§ Ų®َŁْŁَŁُŁ ْ، ŁَŁَŲ§ ŁُŲِŁŲ·ُŁŁَ ŲØِŲ“َŁْŲ”ٍ Ł ِŁْ Ų¹ِŁْŁ ِŁِ Ų„ِŁŲ§َّ ŲØِŁ َŲ§ Ų“َŲ§Ų”َ، ŁَŲ³ِŲ¹َ ŁُŲ±ْŲ³ِŁُّŁُ Ų§ŁŲ³َّŁ َŲ§ŁَŲ§ŲŖِ ŁَŲ§ŁْŲ£َŲ±ْŲ¶َ، ŁَŁَŲ§ ŁَŲ¦ُŁŲÆُŁُ ŲِŁْŲøُŁُŁ َŲ§، ŁَŁُŁَ Ų§ŁْŲ¹َŁِŁُّ Ų§ŁْŲ¹َŲøِŁŁ ُ
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Faedah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.[1]
[2]
Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas
ŲØِŲ³ْŁ ِ Ų§ŁŁَّŁِ Ų§ŁŲ±َّŲْŁ َŁِ Ų§ŁŲ±َّŲِŁŁ ِ
ŁُŁْ ŁُŁَ Ų§ŁŁَّŁُ Ų£َŲَŲÆٌ Ų§ŁŁَّŁُ Ų§ŁŲµَّŁ َŲÆُ ŁَŁ ْ ŁَŁِŲÆْ ŁَŁَŁ ْ ŁُŁŁَŲÆْ ŁَŁَŁ ْ ŁَŁُŁ ŁَّŁُ ŁُŁُŁًŲ§ Ų£َŲَŲÆٌ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
ŲØِŲ³ْŁ ِ Ų§ŁŁَّŁِ Ų§ŁŲ±َّŲْŁ َŁِ Ų§ŁŲ±َّŲِŁŁ ِ
ŁُŁْ Ų£َŲ¹ُŁŲ°ُ ŲØِŲ±َŲØِّ Ų§ŁْŁَŁَŁِ Ł ِŁ Ų“َŲ±ِّ Ł َŲ§ Ų®َŁَŁَ ŁَŁ ِŁ Ų“َŲ±ِّ ŲŗَŲ§Ų³ِŁٍ Ų„ِŲ°َŲ§ ŁَŁَŲØَ ŁَŁ ِŁ Ų“َŲ±ِّ Ų§ŁŁَّŁَّŲ§Ų«َŲ§ŲŖِ ŁِŁ Ų§ŁْŲ¹ُŁَŲÆِ ŁَŁ ِŁ Ų“َŲ±ِّ ŲَŲ§Ų³ِŲÆٍ Ų„ِŲ°َŲ§ ŲَŲ³َŲÆَ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
ŲØِŲ³ْŁ ِ Ų§ŁŁَّŁِ Ų§ŁŲ±َّŲْŁ َŁِ Ų§ŁŲ±َّŲِŁŁ ِ
ŁُŁْ Ų£َŲ¹ُŁŲ°ُ ŲØِŲ±َŲØِّ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ Ł َŁِŁِ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ Ų„ِŁَŁِ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ Ł ِŁ Ų“َŲ±ِّ Ų§ŁْŁَŲ³ْŁَŲ§Ų³ِ Ų§ŁْŲ®َŁَّŲ§Ų³ِ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁُŁَŲ³ْŁِŲ³ُ ŁِŁ ŲµُŲÆُŁŲ±ِ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ Ł ِŁَ Ų§ŁْŲ¬ِŁَّŲ©ِ Łَ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
Faedah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.[2]
[3]
Ų£َŁ ْŲ³َŁْŁَŲ§ ŁَŲ£َŁ ْŲ³َŁ Ų§ŁْŁ ُŁْŁُ ŁŁŁِ، ŁَŲ§ŁْŲَŁ ْŲÆُ ŁŁŁِ، ŁَŲ§ Ų„ِŁَŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų§ŁŁŁُ ŁَŲْŲÆَŁُ ŁŲ§َ Ų“َŲ±ِŁŁَ ŁَŁُ، ŁَŁُ Ų§ŁْŁ ُŁْŁُ ŁَŁَŁُ Ų§ŁْŲَŁ ْŲÆُ، ŁَŁُŁَ Ų¹َŁَŁ ŁُŁِّ Ų“َŁْŲ”ٍ ŁَŲÆِŁŲ±ٌ، Ų±َŲØِّ Ų£َŲ³ْŲ£َŁُŁَ Ų®َŁْŲ±َ Ł َŲ§ ŁِŁ ŁَŲ°ِŁِ Ų§ŁŁَّŁْŁَŲ©ِ ŁَŲ®َŁْŲ±َ Ł َŲ§ ŲØَŲ¹ْŲÆَŁَŲ§، ŁَŲ£َŲ¹ُŁŲ°ُŲØِŁَ Ł ِŁْ Ų“َŲ±ِّ Ł َŲ§ ŁِŁ ŁَŲ°ِŁِ Ų§ŁŁَّŁْŁَŲ©ِ ŁَŲ“َŲ±ِّ Ł َŲ§ ŲØَŲ¹ْŲÆَŁَŲ§، Ų±َŲØِّ Ų£َŲ¹ُŁŲ°ُŲØِŁَ Ł ِŁَ Ų§ŁْŁَŲ³َŁِ ŁَŲ³ُŁŲ”ِ Ų§ŁْŁِŲØَŲ±ِ، Ų±َŲØِّ Ų£َŲ¹ُŁŲ°ُŲØِŁَ Ł ِŁْ Ų¹َŲ°َŲ§ŲØٍ ŁِŁ Ų§ŁŁَّŲ§Ų±ِ ŁَŲ¹َŲ°َŲ§ŲØٍ ŁِŁ Ų§ŁْŁَŲØْŲ±ِ
Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
Artinya:
“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.[3]
[4]
Ų§ŁŁَّŁُŁ َّ ŲØِŁَ Ų£َŁ ْŲ³َŁْŁَŲ§، ŁَŲØِŁَ Ų£َŲµْŲØَŲْŁَŲ§،ŁَŲØِŁَ ŁَŲْŁَŲ§، ŁَŲØِŁَ ŁَŁ ُŁŲŖُ، ŁَŲ„ِŁَŁْŁَ Ų§ŁْŁ َŲµِŁْŲ±ُ
Allahumma bika amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x) [4]
[5]
Membaca Sayyidul Istighfar
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų£َŁْŲŖَ Ų±َŲØِّŁْ ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų£َŁْŲŖَ، Ų®َŁَŁْŲŖَŁِŁْ ŁَŲ£َŁَŲ§ Ų¹َŲØْŲÆُŁَ، ŁَŲ£َŁَŲ§ Ų¹َŁَŁ Ų¹َŁْŲÆِŁَ ŁَŁَŲ¹ْŲÆِŁَ Ł َŲ§ Ų§Ų³ْŲŖَŲ·َŲ¹ْŲŖُ، Ų£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŁَ Ł ِŁْ Ų“َŲ±ِّ Ł َŲ§ ŲµَŁَŲ¹ْŲŖُ، Ų£َŲØُŁْŲ”ُ ŁَŁَ ŲØِŁِŲ¹ْŁ َŲŖِŁَ Ų¹َŁَŁَّ، ŁَŲ£َŲØُŁْŲ”ُ ŲØِŲ°َŁْŲØِŁْ ŁَŲ§ŲŗْŁِŲ±ْ ŁِŁْ ŁَŲ„ِŁَّŁُ ŁŲ§َ ŁَŲŗْŁِŲ±ُ Ų§ŁŲ°ُّŁُŁْŲØَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų£َŁْŲŖَ
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.[5]
[6]
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų„ِŁِّŁْ Ų£َŁ ْŲ³َŁْŲŖُ Ų£ُŲ“ْŁِŲÆُŁَ ŁَŲ£ُŲ“ْŁِŲÆُ ŲَŁ َŁَŲ©َ Ų¹َŲ±ْŲ“ِŁَ، ŁَŁ َŁŲ§َŲ¦ِŁَŲŖَŁَ ŁَŲ¬َŁ ِŁْŲ¹َ Ų®َŁْŁِŁَ، Ų£َŁَّŁَ Ų£َŁْŲŖَ Ų§ŁŁŁُ ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų£َŁْŲŖَ ŁَŲْŲÆَŁَ ŁŲ§َ Ų“َŲ±ِŁْŁَ ŁَŁَ، ŁَŲ£َŁَّ Ł ُŲَŁ َّŲÆًŲ§ Ų¹َŲØْŲÆُŁَ ŁَŲ±َŲ³ُŁْŁُŁَ
Allahumma inni amsaytu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.[6]
[7]
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų„ِŁِّŁْ Ų£َŲ³ْŲ£َŁُŁَ Ų§ŁْŲ¹َŁْŁَ ŁَŲ§ŁْŲ¹َŲ§ŁِŁَŲ©َ ŁِŁ Ų§ŁŲÆُّŁْŁَŲ§ ŁَŲ§ْŁŲ¢Ų®ِŲ±َŲ©ِ، Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų„ِŁِّŁْ Ų£َŲ³ْŲ£َŁُŁَ Ų§ŁْŲ¹َŁْŁَ ŁَŲ§ŁْŲ¹َŲ§ŁِŁَŲ©َ ŁِŁ ŲÆِŁْŁِŁْ ŁَŲÆُŁْŁَŲ§Łَ ŁَŲ£َŁْŁِŁْ ŁَŁ َŲ§ŁِŁْ Ų§ŁŁَّŁُŁ َّ Ų§Ų³ْŲŖُŲ±ْ Ų¹َŁْŲ±َŲ§ŲŖِŁ Łَآ٠ِŁْ Ų±َŁْŲ¹َŲ§ŲŖِŁ. Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų§ŲْŁَŲøْŁِŁْ Ł ِŁْ ŲØَŁْŁِ ŁَŲÆَŁَّ، ŁَŁ ِŁْ Ų®َŁْŁِŁْ، ŁَŲ¹َŁْ ŁَŁ ِŁْŁِŁْ ŁَŲ¹َŁْ Ų“ِŁ َŲ§ŁِŁْ، ŁَŁ ِŁْ ŁَŁْŁِŁْ، ŁَŲ£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŲ¹َŲøَŁ َŲŖِŁَ Ų£َŁْ Ų£ُŲŗْŲŖَŲ§Łَ Ł ِŁْ ŲŖَŲْŲŖِŁْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ugh-taala min tahtii.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.[7]
[8]
Ų§َŁŁَّŁُŁ َّ Ų¹َŲ§ŁِŁ َ Ų§ŁْŲŗَŁْŲØِ ŁَŲ§ŁŲ“َّŁَŲ§ŲÆَŲ©ِ ŁَŲ§Ų·ِŲ±َ Ų§ŁŲ³َّŁ َŲ§ŁَŲ§ŲŖِ ŁَŲ§ْŁŲ£َŲ±ْŲ¶ِ، Ų±َŲØَّ ŁُŁِّ Ų“َŁْŲ”ٍ ŁَŁ َŁِŁْŁَŁُ، Ų£َŲ“ْŁَŲÆُ Ų£َŁْ ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų£َŁْŲŖَ، Ų£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŁَ Ł ِŁْ Ų“َŲ±ِّ ŁَŁْŲ³ِŁْ، ŁَŁ ِŁْ Ų“َŲ±ِّ Ų§ŁŲ“َّŁْŲ·َŲ§Łِ ŁَŲ“ِŲ±ْŁِŁِ، ŁَŲ£َŁْ Ų£َŁْŲŖَŲ±ِŁَ Ų¹َŁَŁ ŁَŁْŲ³ِŁْ Ų³ُŁْŲ”ًŲ§ Ų£َŁْ Ų£َŲ¬ُŲ±َّŁُ Ų„ِŁَŁ Ł ُŲ³ْŁِŁ ٍ
Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.
Artinya:
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur.[8]
[9]
ŲØِŲ³ْŁ ِ Ų§ŁŁَّŁِ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁŲ§َ ŁَŲ¶ُŲ±ُّ Ł َŲ¹َ Ų§Ų³ْŁ ِŁِ Ų“َŁْŲ”ٌ ŁِŁ Ų§ŁŲ£َŲ±ْŲ¶ِ ŁَŁŲ§َ ŁِŁ Ų§ŁŲ³َّŁ َŲ§Ų”ِ ŁَŁُŁَ Ų§ŁŲ³َّŁ ِŁŲ¹ُ Ų§ŁْŲ¹َŁِŁŁ ُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba yang memudaratkannya.[9]
[10]
Ų±َŲ¶ِŁْŲŖُ ŲØِŲ§ŁŁŁِ Ų±َŲØًّŲ§، ŁَŲØِŲ§ْŁŲ„ِŲ³ْŁŲ§َŁ ِ ŲÆِŁْŁًŲ§، ŁَŲØِŁ ُŲَŁ َّŲÆٍ ŲµَŁَّŁ Ų§ŁŁŁُ Ų¹َŁَŁْŁِ ŁَŲ³َŁَّŁ َ ŁَŲØِŁًّŲ§
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.
Artinya:
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah. [10]
[11]
ŁَŲ§ ŲَŁُّ ŁَŲ§ ŁَŁُّŁْŁ ُ ŲØِŲ±َŲْŁ َŲŖِŁَ Ų£َŲ³ْŲŖَŲŗِŁْŲ«ُ، ŁَŲ£َŲµْŁِŲْ ŁِŁْ Ų“َŲ£ْŁِŁْ ŁُŁَّŁُ ŁَŁŲ§َ ŲŖَŁِŁْŁِŁْ Ų„ِŁَŁ ŁَŁْŲ³ِŁْ Ų·َŲ±ْŁَŲ©َ Ų¹َŁْŁٍ Ų£َŲØَŲÆًŲ§
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Artinya:
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang. [11]
[12]
Ų³ُŲØْŲَŲ§Łَ Ų§ŁŁŁِ ŁَŲØِŲَŁ ْŲÆِŁِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya:
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)
Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.[12]
[13]
ŁŲ§َ Ų„ِŁَŁŁَ Ų„ِŁŲ§َّ Ų§ŁŁŁُ ŁَŲْŲÆَŁُ ŁŲ§َ Ų“َŲ±ِŁْŁَ ŁَŁُ، ŁَŁُ Ų§ŁْŁ ُŁْŁُ ŁَŁَŁُ Ų§ŁْŲَŁ ْŲÆُ ŁَŁُŁَ Ų¹َŁَŁ ŁُŁِّ Ų“َŁْŲ”ٍ ŁَŲÆِŁْŲ±ُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 1o x)
Faedah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. [13]
[14]
Ų£َŲ¹ُŁْŲ°ُ ŲØِŁَŁِŁ َŲ§ŲŖِ Ų§ŁŁŁِ Ų§ŁŲŖَّŲ§Ł َّŲ§ŲŖِ Ł ِŁْ Ų“َŲ±ِّ Ł َŲ§ Ų®َŁَŁَ
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
Artinya:
Aku berlindung dengat kalimat-kalimat allah yang sempurna dari kejahatan sesuatu yang diciptakanya.[Dibaca 3X]
Faedah: Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya di malam itu.
Itu saja insya allah
dzikir pagi dan petang
dan faidah nya.
silahkan kerjakan soal dzikir pagi petang ini denagn meng klik link ini
https://forms.gle/WgrGNXXn5Crg3wdQ7


2 Komentar
hmmmm....hasil copast harus rapih dan bersih. nanti akan dijarkan, pada pertemuan berikutnya.
BalasHapusbaik pak
BalasHapus